Tugas manajemen proyek tentang proposal penawaran
PROPOSAL
PENAWARAN SOFTWARE SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT
A.
RUANG
LINGKUP PROJECT
1. Latar Belakang
Pada
saat ini, kegiatan operasional instansi tidak dapat dipisahkan lagi dari adanya
teknologi informasi (TI), di mana suatu instansi membutuhkan TI untuk
meningkatkan kemampuan competitive advantage serta menjawab kebutuhan bisnis
dalam memenuhi tuntutan aktifitas operasional instansi dan time to market.
Untuk itulah dibutuhkan suatu sinergi yang kuat antara bisnis dan teknologi,
agar terjadi keselarasan dan dapat selalu berjalan beriringan dalam
meningkatkan pertumbuhan bisnis. Salah satu sarana di bidang TI yang dapat
digunakan untuk menjawab kebutuhan kegiatan operasional instansi adalah
teknologi berbasis web, yaitu suatu teknologi yang memberikan berbagai macam
kemudahan, karena dapat diakses secara realtime dan mempunyai interface yang
simple, yaitu berupa web browser.
Kehadiran
teknologi berbasis web telah banyak merubah proses operasional instansi
(aktifitas instansi) serta menjadi katalisator dalam meningkatkan pertumbuhan
dan memberikan nilai tambah, sehingga melahirkan suatu ide strategis demi
mewujudkan visi dan misi organisasi (instansi).
2. Konsep Project
Rumah
Sakit adalah suatu instansi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan
kepada masyarakat. Saat ini, Rumah Sakit belum menerapkan dan memanfaatkan
keberadaan teknologi informasi terintegrasi guna mendukung aktifitas kerja
sehari-hari, sehingga sebagian besar aktifitas operasional pelayanan kesehatan
masih dilakukan secara manual, baik aktifitas manajemen pelayanan kesehatan
maupun aktifitas manajemen akuntansi keuangan. Seiring dengan perjalanan kegiatan
operasional rumah sakit, dijumpai banyak sekali kendala yang menimbulkan
permasalahan yang mengganggu aktifitas sehari-hari. Karena sebagian aktifitas
masih dilakukan secara manual, otomatis mempersulit dan memperlambat petugas
rumah sakit untuk melayani pasien, baik yang ingin berobat, rawat inap, rawat
jalan, instalasi gawat darurat, instalasi bedah, rekam medis, dan
layanan-layanan lainnya yang diperuntukkan untuk masyarakat.
Selain
masalah tersebut, Rumah Sakit juga kesulitan dalam mengatur akuntansi
keuangannya (menyiapkan laporan keuangan). Untuk mengatasi permasalahan
tersebut, kami sebagai tim
pengambang sistem informasi berbasis web menawarkan solusi untuk mengatasi
berbagai masalah yang sudah disebutkan di atas. Solusi tersebut berupa Sistem
Informasi Rumah Sakit atau disingkat SIRS. Sistem ini dikembangkan dengan
harapan dapat membantu dalam proses administrasian aktifitas operasional rumah sakit
dan pendokumentasian transaksi keuangannya. Selain itu, SIRS ditujukan untuk
meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan dimaksudkan untuk meningkatkan
pengawasan administrasi yang lebih baik. Pemanfaatan teknologi informasi dalam
rangka pembentukan kumpulan data secara terpusat yang terkoordinasi dengan
semua sub bagian rumah sakit guna meningkatkan kemampuan akses informasi
manajemen dan transaksi keuangan.
3. Tujuan Program
Tujuan utama dari SIRS adalah
meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kemampuan integrasi
dalam pelayanan kesehatan, mulai dari
pelayanan rawat jalan, rawat inap, instalasi gawat darurat, instalasi bedah,
rekam medis, unit gizi, dan sampai pada manajemen akuntansi keuangan rumah sakit.
Sistem Informasi ini berbasis web yang memberi kemudahan kepada rumah sakit
untuk mengakses seluruh informasi yang dibutuhkan tanpa terhalang oleh jarak
dan waktu. Dengan adanya alur proses kegiatan yang otomatis dalam pemrosesan
dan pengendalian akses, maka akan mempermudah organisasi mendapatkan informasi
berupa laporan keuangan dan laporan lain yang terkait. Sistem pelaporan
(reporting) juga akan disesuikan dengan format standar.
4. Kemampuan Program
Sistem
Informasi rumah sakit yang akan kita bangun merupakan sistem informasi dengan basis
web (client-server). Fitur aplikasi yang
ada pada SIRS ini terdiri dari:
a.
Admisi: modul ini digunakan untuk melakukan pendaftaran pasien. Baik
pasien baru ataupun pasien lama. Nomor Rekam medis (medical record) pada modul
admisi dibuat secara otomatis. Sehingga petugas tidak perlu memikirkan lagi
mana nomor rekam medis yang sudah terpakai atau belum. Adapun pendaftarannya
sendiri meliputi pendaftaran rawan jalan (rajal) dan pendaftaran rawat inap
(ranap). Pada modul admisi juga bisa melakukan antrian dan pemesanan kamar.
Pada rawat inap pendaftaran dibagi dalam kelas-kelas pelayanan. Untuk mendukung
modul admisi akan diberikan form-form inputan data master, seperti data master
dokter, datamaster poliklinik, data master pasien (untuk melakukan pengubahan
data pasien bila terjadi kesalahan). Secara detail fitur yang terdapat di dalam
modul ini antara lain:
1)
Pendaftaran pasien, baik rawat inap maupun rawat jalan.
2)
Pencarian pasien rawat inap.
3)
Monitor antrian kamar untuk pasien rawat inap.
4) Fitur form data pasien yang digunakan
untuk mendata dan merubah data pasien.
b. Apotik: adalah modul yang
digunakan untuk melakukan transaksi penjualan obat dan bahan medis. Di dalamnya
disediakan fitur untuk menjual racikan. Segala transaksi di apotik langsung mengurangi
stock barang saat itu juga, hal ini mengakibatkan opname dan pemantauan item obat
dan bahan menjadi lebih mudah. Secara detail fitur yang terdapat di dalam modul
ini antara lain:
1)
Inventori bahan-bahan medis.
2)
Manajemen harga penjualan obat.
3)
Transaksi penjualan obat dan pembuatan racikan obat.
4)
Pembayaran obat di kasir.
5)
Laporan penjualan obat.
6)
Laporan persediaan obat.
c.
Bangsal: Modul bangsal digunakan untuk operasional bangsal. Bangsal
terdiri dari ruangan dan kamar. Di dalam kamar ada bed yang ditempati oleh
pasien. Pasien masuk bangsal apabila pasien ingin melakukan rawat inap.
Transaksi bed di SIRS adalah perjam (ini menjadi salah satu kunci persaingan
rawat inap). Pasien di SIRS memiliki inventoy obat sendiri. Adapun obatnya dibeli
dari apotik. Apabila si pasien keluar, dan ada obat-obat yang bisa dikembalikan
maka pasien bisa mengembalikannya di apotik. Secara detail fitur yang terdapat
di dalam modul ini antara lain:
1)
Pendataan bangsal.
2) Pendataan ruangan dan kelas.
3)
Pendataan kamar.
4) Pendataan bed atau tempat tidur dan
tarif
d. Kasir: merupakan modul yang
digunakan untuk melayani pembayaran pasien. Semua proses pembayaran terjadi di
sini. Kasir juga menyediakan fitur deposit bagi pasien ranap sebagai jaminan.
Pembayaran juga bisa dilakukan dengan asuransi dan kartu kredit. Secara detail
fitur yang terdapat di dalam modul ini antara lain:
1)
Transaksi Kasir dengan berbagai macam cara pembayaran dan diskon.
2)
Laporan penerimaan kasir berdasarkan shift (pagi, sore, dan malam).
3)
Melihat informasi tagihan pesien.
e. Laboratorium: merupakan modul yang digunakan untuk melayani pemeriksaan pasien di laboratorium. Secara detail fitur yang terdapat di dalam modul ini antara lain:
1)
Transaksi Laboratorium beserta detail tindakan lab dan pemeriksaan.
2)
Pencatatan hasil pemeriksaan laboratorium.
3)
Manajemen tindakan detail laboratorium.
Modul
ini mendukung aktifitas operasional laboratorium (test-test), yaitu antara
lain:
·
Hematology
·
Kimia Klinik
·
Serology
·
Elektrolit
·
Transudat/Eksudat
·
Panel Jantung
·
LCS
·
Mikrobiologi
·
Feces
·
Narkoba
f. Master: merupakan modul yang digunakan untuk manajemen
dan pendataan master data.
Secara detail fitur yang terdapat di dalam modul ini antara lain:
1) Treatment dan Treatment Group digunakan untuk menjemen dan
pendataan semua tindakan perawatan di rumah sakit.
2) Manajemen obat dan bahan-bahan medis.
3) Manajemen harga penjualan obat.
4) Manajemen dan pendataan supplier.
5) Manajemen dan pendataan staff rumah sakit.
6) Manajemen dan pendataan dokter.
7) Manajemen dan pendataan bank.
8) Manajemen dan pendataan asuransi.
g. Poliklinik (Poli): modul ini digunakan untuk aktifitas
operasional poliklinik. Poliklinik diklasifikasikan oleh rumah sakit. Contohnya
adalah poliklinik anak, poliklinik umum, poliklinik mata dll. Di dalamnya
dokter melakukan tindakan medis. Semua kejadian pada pasien di rekam di sini,
sehingga dokter langsung mengetahui histori tindakan dan obat-obatan yang
pernah diberikan kepada pasien. Transaksi poliklinik pada SIRS dibagi menjadi
dua, yaitu transaksi paket dan nonpaket. Untuk mendukung proses di poliklinik
diperlukan juga beberapa data master yaitu master data tindakan dan master data
obat (optional). Secara detail fitur yang terdapat di dalam modul ini antara
lain:
1) Transaksi poliklinik (poli) beserta history transaksi.
2) Laporan transaksi pasien berdasarkan lokasi poliklinik (poli)
dan shift.
h. Purchasing: adalah modul untuk mendukung operasional
proses pengadaan barang baik bahan
medis maupun nonmedis. Di dalamnya ada hirarki. Bagian penjualan
membuat rencana penjualan berdasarkan peringatan dari sistem mana saja
item-item yang sudah mencapai ambang batas untuk dilakukan pembelian. Setelah
membuat rencana pembelian atasan bagian
pembelian melakukan persetujuan atau penolakan. Kalau di setujui
baru proses pembelian bisa dilanjutkan. Di sini ada mekanisme kontrol terhadap
aktivitas pengadaan barang (obat dan bahan medis dan lain-lain). Secara detail
fitur yang terdapat di dalam modul ini antara lain:
1) Pendataan supplier.
2) Penyetujuan Order Permintaan Pembelian (OPP).
3) Penyetujuan dan Pembatalan Order Pembelian (OP).
4) Pembuatan Bukti Penerimaan Barang (BPB).
i. UGD: Modul ini berguna untuk operasional UGD, dimana
pasien membutuhkan tindakan cepat. Modul UGD juga bisa difungsikan sebagai
modul pendaftaran, pasien bisa mendaftar lewat UGD untuk tindakan-tindakan yang
bersifat kritis dan krusial. Secara detail fitur yang terdapat di dalam modul
ini antara lain:
1) Pendaftaran pasien UGD.
2) Manajemen dan pencatatan hasil pemeriksaan dan tindakan.
3) Transaksi UGD.
j. Gizi: merupakan modul yang digunakan untuk manajemen dan
transaksi penyediaan makanan kepada pasien.
k. Rekam Medis: merupakan modul yang digunakan untuk
menangani pengolahan data jenis penyakit (ICD) dan pencatatan
aktifitas-aktifitas pasien yang terekam (tercatat) data medisnya di Rumah
Sakit. Secara detail fitur yang terdapat di dalam modul ini antara lain:
1) Pendataan International Classification of Diseases (ICD).
2) Rekam medis dan diagnosa penyakit kepada pasien.
l. Operasi: merupakan modul yang digunakan untuk menajemen
dan transaksi operasi atau bedah. Secara detail fitur yang terdapat di dalam
modul ini antara lain:
1) Transaksi Operasi
2) Pendataan tindakan bedah
3) Pendataan penggunaan obat
m. Radiologi: merupakan modul yang digunakan untuk
menajemen dan transaksi radiologi. Secara detail fitur yang terdapat di dalam
modul ini antara lain:
1) Transaksi Radiologi.
2) Pendataan tindakan Radiologi.
3) Pendataan penggunaan obat untuk Radiologi.
n. Renal Unit: merupakan modul yang digunakan untuk
menajemen dan transaksi renal unit.
Secara detail fitur yang terdapat di dalam modul ini antara lain:
1) Transaksi renal unit.
2) Pendataan tindakan renal unit.
3) Pendataan penggunaan obat renal unit.
o. Accounting: merupakan modul yang digunakan untuk
menajemen akuntansi keuangan. Secara detail fitur yang terdapat di dalam modul
ini antara lain:
1) Pendataan jurnal.
2) Pendataan piutang.
3) Pendataan buku besar.
4) Open Jurnal.
5) Laporan Neraca.
6) Laporan laba-rugi.
p. VK: Modul untuk mendukung operasional VK (prosesi
persalinan).
q. Report: di dalam SIRS, pada masing-masing modul terdapat
laporan. Laporan-laporan tersebut antara lain adalah:
1)
Laporan penjualan apotik rawat jalan
2) Laporan penjualan apotik
rawat inap
3) Laporan Poli dan UGD
4) Laporan pasieng bangsal
5) Laporan rekap transaksi
bulanan perunit
6)
Laporan penerimaan rawat jalan
B. SPESIFIKASI KEBUTUHAN KOMPUTER
Berikut ini spasifikasi
hardware yang dibutuhkan untuk mendukung SIRS, yaitu:
Spesifikasi Server
·
Processor Intel® Core™2 Quad
Processor Q8200 (2.33 GHz, FSB 1333, Cache 4MB)
·
Chipset Intel® S3200 Server
Chipset
·
Memory 2 GB ECC DDR2-5300
SDRAM 667 MHz
·
Video Type Integrated ATI
ES1000 32 MB
·
Hard Drive 500 GB Serial
ATA-II/300, 7200 RPM, Cache 16MB, Hot-Plug, 3.5-inch
·
Optical Drive 16X DVD-ROM
·
Networking Integrated Intel®
PRO/1000XT Gigabit Server Connection
·
Monitor LCD 16”
Spesifikasi Client
·
Processor Intel® Core2 Duo
Processor E7500 (2.93 GHz, FSB 1066, 3MB)
·
Chipset Intel® G41 Express
Chipset
·
Memory 1 GB DDR-2 SDRAM 800
MHz w/ Heat-Spreader
·
Video Type Intel® Graphic
Media Accelerator X4500 DVMT 224 MB (shared)
·
Hard Drive 320 GB Serial
ATA-II/300, 7200 RPM, Cache 8 MB
·
Optical Drive 16X DVD-ROM
·
Networking Integrated
10/100/1000 LAN
·
Monitor LCD 16”
Hardware Jaringan
·
Switch 24 autosensing,
auto-configuration MDI/MDIX 10BASE-T/100BASE-TX
·
Cable Category 6 FTP Cable,
4 pair, CMX Rated, 0,300 in (7,6 mm) PVC,23 AWG solid
·
copper, PN : F006004-XGY4
Hardware Lainnya
·
Printer Laser HP LaserJet
5200L
·
Printer Dot
·
Matrix
·
EPSON TM-U220PB
·
AC Air Conditioner
C. STRUKTUR
PEMBAGIAN PEKERJAAN
Susunan Anggota:
Project Manager
(PM) : nurlaili
System Analyst (SA1)
: rizki
Business Process System Analyst (SA2) : khoirul
Lead Programer
: nunung
Debuger dan Tester
: rizki
lead Database Administrator
: Rizky
Documentator
: khoirul
lead Designer
: nunung
Pengguna
system
: karyawan
rumah sakit
D. DIAGRAM PERTANGGUNGJAWABAN PROJECT
E. PEMBAGIAN TUGAS
a.
Pendefinisain Ruang Lingkup : khoirul anwar
b.
Analisis
Permasalahan : khoirul anwar
c.
Analisis
Kebutuhan
: rizki
d.
Analisis
Keputusan
: nurlaili.
e. lead Desain : nunung
f. lead Programer : rizki
F. ESTIMASI WAKTU PENGERJAAN PROJECT
Untuk merealisasikan perancangan
project sampai pada tahap desain, kurang lebih memerlukan waktu 4 bulan,
berikut ini adalah tabel jadwal pengerjaan project:
No
|
Kegiatan
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
VI
|
||||||||||||||||||
Minggu ke
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
1
|
Pendefinisian
Ruang Lingkup
|
||||||||||||||||||||||||
2
|
Analisis
Permasalahan
|
||||||||||||||||||||||||
3
|
Analisis
Kebutuhan
|
||||||||||||||||||||||||
4
|
Analisis
Keputusan
|
||||||||||||||||||||||||
5
|
Desain
|
||||||||||||||||||||||||
6
|
Pembuatan program (modul)
|
||||||||||||||||||||||||
7
|
testing
|
||||||||||||||||||||||||
8
|
Training user
|
||||||||||||||||||||||||
Dan, berikut ini adalah
rincian waktu untuk pembuatan modul (aplikasi) sistem informasi rumah sakit,
dengan menggunakan 1 orang programer, 1 orang designer dan 1 orang database administrator untuk 1 modul aplikasi, maka keseluruhan
sistem akan selesai dalam waktu maksimal 30 hari.
No
|
Nama Modul
|
Jangka Waktu (hari)
|
1
|
admisi
|
15
|
2
|
Farmasi (apotek, purchase,kasir)
|
30
|
3
|
bangsal
|
15
|
4
|
Pendaftaran dan rekam medis
|
15
|
5
|
lab
|
30
|
6
|
master
|
15
|
7
|
poliklinik
|
15
|
8
|
UGD
|
15
|
9
|
Gizi
|
15
|
10
|
Operasi
|
15
|
11
|
radiologi
|
15
|
12
|
renal
|
15
|
13
|
accounting
|
30
|
14
|
VK
|
15
|
15
|
Report
|
30
|
G.RENCANA
ANGGARAN BIAYA
Aplikasi SIRS adalah aplikasi Sistem Informasi Rumah
Sakit dan Manajemen Keuangan yang siap untuk di development di Rumah Sakit di
manapun. Kami menawarkan harga sebagai berikut, plus pelatihan, dan garansi.
No
|
Nama Modul
|
Harga per modul
|
1
|
admisi
|
Rp 10.000.000,-
|
2
|
Farmasi (apotek, purchase,kasir)
|
Rp 35.000.000,-
|
3
|
bangsal
|
Rp 10.000.000,-
|
4
|
Pendaftaran dan rekam medis
|
Rp 10.000.000,-
|
5
|
lab
|
Rp 20.000.000,-
|
6
|
master
|
Rp 10.000.000,
|
7
|
poliklinik
|
Rp 10.000.000,
|
8
|
UGD
|
Rp 10.000.000,
|
9
|
Gizi
|
Rp 10.000.000,
|
10
|
Operasi
|
Rp 10.000.000,
|
11
|
radiologi
|
Rp 10.000.000,
|
12
|
renal
|
Rp 10.000.000,
|
13
|
accounting
|
Rp 25.000.000,
|
14
|
VK
|
Rp 10.000.000,
|
15
|
Report
|
Rp 10.000.000,
|
INFORMASI
SOFTWARE APLIKASI:
INFORMASI
SOFTWARE APLIKASI
Contact :
081****
DAFTAR
HARGA*
(dapat
berubah – ubah sesuai perubahan spesifikasi software)
·
Harga belum
termasuk PPn dan PPh
·
Harga belum
termasuk Hardware dan Pemasangan Jaringan
·
Harga belum
termasuk Akomodasi, apabila diluar Jabodetabek
·
Harga dapat
berubah sesuai berat atau ringannya sistem informasi yang dibuat /dipesan
·
Harga dapat ditawar
sesuai dengan kemampuan keuangan perusahaan atau sesuai ANGGARAN
DAFTAR
PUSTAKA




